Studi Seni Anak-anak Desa Batuan di Museum ARMA

Sabtu, 4 Maret 2017 sebanyak 80 anak Batuan berangkat menuju Museum ARMA untuk melakukan studi seni yang diangkut dengan tiga bus besar itu dipandu para pelukis senior dari Batuan. Di antaranya, pelukis yang juga Ketua Komunitas Pelukis Tradisional Batuan Batur Lelangun, Made Sujendra, dan rekannya Wayan Diana, ketua Sadia, dan lainnya

di Museum Arma, anak-anak diajak menyaksikan langsung lukisan gaya batuan hasil karya para pelukis Batuan zaman dulu. Anak-anak juga dilibatkan belajar melukis bersama di alam bebas. Di halaman Museum Arma, terlihat anak – anak sangat antusian dalam mengikuti kegiatan ini.

studi seni untuk anak Batuan ini adalah kelanjutan dari program pelestarian seni lukis gaya batuan.
Bentuk program berupa les melukis gaya batuan melibatkan anak-anak SD di Batuan. Les melukis gaya batuan ini dimulai sejak tahun 2015 dan diprakarsai oleh Komunitas Pelukis Tradisonal Batuan Batur Lelangun diketuai pelukis, Made Sujendra. Hal ini penting diakukan untuk melestarikan warisan leluhurnya, mengingat karya seni ini merupakan aset satu-satunya di dunia. Sedangkan belakangan ini, kemunculan pelukis – pelukis modern makin marak yang besar kemungkinannya dapat mengancam kepunahan lukisan gaya batuan ini. Maka dari itu, upaya pelestarian yang dilakukan pemerintahan Desa Batuan bekerja sama dengan tokoh – tokoh terkait dibukalah pelatihan, sejenis ‘sekolah’ lukis tradisonal gaya Batuan, Tepatnya pada hari Jumat 10 April 2015 di Aula kantor Desa Batuan. Pelatihan ini diadakan dua kali dalam seminggu, melibatkan pembina 24 pelukis Batuan. Selain itu juga diadakan yang diselenggarakan setiap hari sabtu serentak di masing – masing sekolah dasar yang ada di Desa Batuan.

Para pelukis gaya batuan yang karya-karyanya terkenal hingga ke manca negara antara lain, Made Jata, I Wayan Rajin, Ida Bagus Togog, I Nyoman Ngendon, I Ketut Tomblos, I Wayan Taweng, DN Tjita, Made Budi, dan Ida Bagus Wija, Wayan Bendi, Ketut Murtika, Made Tubuh, Ketut Sadia, Wayan Diana, dan lainnya.