SUMMER COURSE 2018 Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali

Hari minggu, tanggal 3 Juni 2018, bertempat di wantilan desa pakraman negara, kami kedatangan sebanyak 30 mahasiswa jurusan pariwisata dari politeknik negeri bali melakukan kegiatan melukis tradisi gaya batuan dan melukis telur atau yang lebih dikenal dengan egg painting. ketiga puluh peserta yg tergabung dalam kegiatan ini berasal dari 8 negara seperti prancis, korea, australia, timor leste, eropa timur dan tentunya termasuk indonesia sebagai tuan rumahnya.

Kenapa Desa Batuan tepatnya desa adat negara dipilih sebagai tempat  dilaksanakannya program summer course oleh para mahasiswa jurusan pariwisata politeknik negeri bali, gagasan awal adalah pengembangan objek wisata treking yg dibangun di bantaran sungai klipet oleh para mahasiswa politeknik ini sendiri. Selain itu sekaligus juga memperkenalan kesenian dan budaya khas desa batuan, khususnya desa adat negara seperti kesenian melukisnya, pengolahan limbah koran maupun pembuatan perlengkapan untuk upacara keagamaan.

Beragamnya kegiatan yang ada di Desa Batuan tentunya tidak semua dapat dilakukan dalam program ini. Seperti yang disampaikan Sekjur pariwisata politeknik negeri bali Bapak Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL  tentunya kegiatan yang akan dilakukan harus dipilih beberapa yang mudah dilakukan oleh orang baru, kemudian kegiatan tersebut tidak terlalu membebani dalam biaya dan tentunya harus dapat memberikan sebuah pengalaman baru bagi para peserta. Maka dari itu, dipilihlah beberapa kegiatan seperti Melukis Gaya Batuan, yang merupakan tradisi khas yang hanya ada Batuan ini sendiri, Melukis pada telur atau lebih dikenal sebagai egg painting, membuat anyaman dari janur dimana biasanya dapat juga digunakan dalam upacara keagamaan, pengolahan limbah kertas koran menjadi barang bernilai ekonomis dan kemudian dilanjutkan dengan traking pada objek wisata yang mereka gagas.

Adapun susunan acara yang dijalankan yaitu sebagai berikut :
1. 8.00 – 8.30 : Melakukan persembahyangan bersama
2. 8.30 – 9.00 : Persiapan
2. 9.00 – 12.00 : Melukis Gaya Batuan + Egg Painting
4. 12.00 – 12.30 : lunch
3. 12.30 – 14.00 : Membuat Cindramata dari limbah koran
5. 14.00 – 15.00 : Membuat anyaman dari janur
7. 15.00 – 17.00 : Tracking

Kegiatan ini melibatkan anak – anak peserta les melukis didikan baturulangun, para pembina melukis dari baturulangun, Bapak Wayan Sadra sebagai pembina lukisan telur beserta rekan – rekan nya, anak – anak peserta les bahasa inggris Desa Batuan beserta pembinanya I Kadek Swastika, Ibu Martha Pungut dari Yayasan Ubuntu, Anak – anak Pasraman Desa adat Negara, Staff Desa Dinas Batuan juga warga dan para Prajuru Desa Adat Negara.

Bapak I Nyoman Netra, Kepala Desa Batuan selaku tuan rumah membuka acara ini dan menyambut dengan sangat antusias kedatangan para mahasiswa tersebut. Harapan beliau kedepannya Desa batuan dapat menjadi pilot project untuk semua yang ingin belajar kesenian, tradisi dan budaya yang terdapat di sini. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan para anak – anak ini memahami budaya kita lebih mendalam yang kemudian dapat mereka sampaikan sekembalinya mereka ke negaranya masing – masing dan hal ini juga akan berdampak pada kemajuan ekonomi dan sosial budaya Desa Batuan, selain itu juga Desa Batuan, dengan tradisi dan kesenian yang dimilikinya akan dapat dikenal ke seluruh penjuru negeri.